Pemenang & Pecundang Transfer Premier League 2026/27
Pemenang dan Pecundang Bursa Transfer Premier League 2026/27
Pemenang & Pecundang Transfer musim panas Premier League 2026/2027 tidak sekadar menghadirkan perpindahan pemain bernilai fantastis. Jendela transfer kali ini juga mengubah wajah banyak klub secara drastis. Sembilan dari 20 peserta Premier League memasuki musim baru setelah melakukan pergantian pelatih sejak akhir musim sebelumnya. Manchester City, Liverpool, Chelsea, Crystal Palace, Newcastle United, dan sejumlah klub lain harus menyesuaikan kebutuhan transfer dengan gagasan pelatih baru.
Situasi tersebut membuat ukuran keberhasilan sebuah klub di bursa transfer tidak bisa hanya melihat jumlah uang yang mereka keluarkan. Klub yang kehilangan pemain penting tetapi mampu mendapatkan pengganti dengan karakter tepat dapat memperoleh nilai positif. Sebaliknya, klub yang melakukan banyak transaksi tetap dapat dianggap gagal apabila meninggalkan lubang besar pada posisi tertentu.
Arsenal menjadi contoh klub yang bergerak relatif terukur. Manchester City melakukan revolusi besar setelah berakhirnya era Pep Guardiola. Newcastle menghadapi eksodus pemain utama tetapi meresponsnya dengan perekrutan hampir di setiap sektor. Di sisi lain, Aston Villa kehilangan banyak tulang punggung, Crystal Palace mengalami perubahan struktural, sedangkan Everton menutup bursa dengan persoalan besar di posisi penyerang tengah.
Ringkasan Pemenang dan Pecundang
| Klub | Status | Alasan Utama |
|---|---|---|
| Arsenal | Pemenang | Mendatangkan Bruno Guimaraes dan Ezri Konsa untuk memperkuat area penting tanpa merombak fondasi tim juara. |
| Manchester City | Pemenang | Membangun ulang lini tengah dengan Enzo Fernandez, Elliot Anderson, dan Ayyoub Bouaddi setelah kehilangan sejumlah pemain senior. |
| Newcastle United | Pemenang | Kehilangan beberapa bintang tetapi aktif mencari pengganti untuk hampir setiap pemain utama yang pergi. |
| Crystal Palace | Pecundang | Kehilangan Oliver Glasner, Daniel Munoz, dan Maxence Lacroix setelah sebelumnya juga kehilangan figur penting lain. |
| Aston Villa | Pecundang | Kehilangan Morgan Rogers, Youri Tielemans, Emiliano Martinez, Ezri Konsa, Ollie Watkins, dan Lucas Digne dalam satu musim panas. |
| Everton | Pecundang | Menjual beberapa pemain menyerang tetapi gagal menuntaskan perekrutan penyerang baru pada hari terakhir bursa. |
Pemenang: Arsenal Bergerak Tepat Sasaran
Arsenal tidak memulai bursa dengan gebrakan besar. The Gunners justru menunggu sampai Agustus sebelum menyelesaikan salah satu transaksi terpenting mereka, yakni mendatangkan Bruno Guimaraes dari Newcastle United. Pendekatan tersebut mencerminkan strategi berbeda dibanding beberapa rival yang langsung melakukan perubahan besar sejak awal musim panas.
Guimaraes memberikan Arsenal pemain tengah dengan pengalaman Premier League yang sudah matang. Ia memiliki kemampuan mengatur tempo, membawa bola melewati tekanan, bertarung dalam duel, sekaligus membantu tim membangun serangan dari tengah. Kehadirannya juga menambah pilihan bagi Mikel Arteta ketika Arsenal menghadapi jadwal padat di kompetisi domestik maupun Eropa.
Arsenal kemudian mengambil Ezri Konsa dari Aston Villa. Transfer ini semakin penting setelah William Saliba mengalami cedera jangka panjang. Konsa tidak memerlukan proses adaptasi yang terlalu besar karena sudah memahami karakter Premier League dan mampu bermain sebagai bek tengah maupun mengisi area kanan pertahanan.
| Transfer Penting Arsenal | Status | Dampak |
|---|---|---|
| Bruno Guimaraes dari Newcastle | Masuk | Menambah kualitas dan pengalaman di lini tengah. |
| Ezri Konsa dari Aston Villa | Masuk | Menutup kebutuhan bek setelah masalah cedera William Saliba. |
| Christos Tzolis dari Club Brugge | Masuk | Memberi opsi baru di sayap kiri. |
| Piero Hincapie | Dipermanenkan | Menjaga kontinuitas di sektor pertahanan. |
| Leandro Trossard ke Besiktas | Keluar | Mengurangi kedalaman di sisi kiri serangan. |
| Gabriel Jesus ke Barcelona | Keluar | Mengurangi pilihan pemain di lini depan. |
| Gabriel Martinelli ke Al-Hilal | Keluar | Meninggalkan lubang tambahan pada sektor sayap kiri. |
Christos Tzolis juga menawarkan profil menarik. Winger Yunani tersebut datang setelah menghasilkan 17 gol dan 23 assist di Belgian Pro League musim sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa Arsenal tidak sekadar mencari pemain cadangan, tetapi merekrut pemain yang punya produktivitas nyata.
Namun, Arsenal tidak menyelesaikan semua pekerjaannya. Klub gagal mendapatkan penyerang kelas atas yang mereka incar. Nama Vinicius Junior sempat masuk radar, kemudian Julian Alvarez muncul sebagai alternatif, tetapi tidak satu pun transfer tersebut berakhir dengan kesepakatan.
Mengapa Arsenal Tetap Layak Disebut Pemenang?
Kunci keberhasilan Arsenal terletak pada keseimbangan. Mereka tidak membeli pemain sekadar untuk menambah jumlah. Guimaraes dan Konsa datang dengan fungsi yang mudah dibaca. Keduanya juga berada dalam usia dan fase karier yang memungkinkan Arsenal langsung mengejar hasil.
Arsenal menggunakan pendekatan yang bisa disebut sebagai strategi “menang sekarang”. Mereka tidak perlu menunggu dua atau tiga musim agar pemain utama memahami Premier League. Guimaraes dan Konsa sudah mengetahui tuntutan kompetisi, tekanan laga besar, serta ritme sepak bola Inggris.
Pemenang: Manchester City Melakukan Revolusi Besar
Manchester City menghadapi bursa paling penting dalam satu dekade terakhir. Pep Guardiola meninggalkan klub setelah sepuluh tahun memimpin, kemudian Enzo Maresca mengambil alih tim. Pergantian tersebut bertepatan dengan kepergian sejumlah pemain yang selama bertahun-tahun menjadi bagian penting dari identitas City.
Rodri meninggalkan Inggris dan kembali ke La Liga. Bernardo Silva, John Stones, Savio, Omar Marmoush, Nico Gonzalez, Manuel Akanji, Tijjani Reijnders, dan Nathan Ake juga meninggalkan Etihad Stadium. City praktis menghadapi kebutuhan untuk membentuk generasi baru.
Alih-alih melakukan renovasi kecil, City memilih membangun ulang lini tengah dengan investasi sangat besar. Elliot Anderson datang dari Nottingham Forest dengan nilai sekitar £116 juta. City kemudian memecahkan transaksi besar lain dengan membayar sekitar £125 juta untuk Enzo Fernandez dari Chelsea.
| Transfer Penting Manchester City | Posisi | Peran yang Diharapkan |
|---|---|---|
| Enzo Fernandez | Gelandang | Pengatur permainan dan penghubung fase build-up dengan serangan. |
| Elliot Anderson | Gelandang | Energi, progresi bola, duel, dan dinamika lini tengah. |
| Ayyoub Bouaddi | Gelandang | Investasi besar untuk generasi berikutnya. |
| Iliman Ndiaye | Penyerang sayap | Memberi persaingan serta variasi di lini depan. |
| Allan | Penyerang | Talenta Brasil dengan potensi berkembang. |
| Jeremy Monga | Winger | Prospek muda setelah tampil reguler bersama Leicester. |
Transfer Enzo Fernandez memperlihatkan keberanian City. Klub tidak hanya kehilangan pemain berpengalaman, tetapi langsung mengalihkan sebagian besar tanggung jawab lini tengah kepada kelompok baru. Elliot Anderson, Fernandez, dan Bouaddi berpotensi menjadi fondasi City selama beberapa musim berikutnya.
Era Baru Manchester City Dimulai dari Lini Tengah
Perubahan paling menarik berada pada identitas permainan. Era Guardiola identik dengan pemain seperti Rodri, Bernardo Silva, Kevin De Bruyne pada periode sebelumnya, serta bek yang mampu masuk ke area tengah. Maresca kini harus menyusun sistem menggunakan karakter berbeda.
Enzo Fernandez mempunyai kekuatan dalam distribusi bola dan kemampuan mengatur arah serangan. Anderson menawarkan permainan yang lebih dinamis. Bouaddi membawa potensi jangka panjang. Apabila kombinasi tersebut bekerja, City tidak hanya mengganti pemain lama, tetapi menciptakan struktur baru untuk fase berikutnya.
Pemenang: Newcastle Berhasil Merespons Eksodus Bintang
Newcastle mungkin menjadi pemenang yang paling tidak terduga. Pada awal bursa, situasi mereka terlihat mengkhawatirkan. Bruno Guimaraes pindah ke Arsenal, Sandro Tonali bergabung dengan Tottenham, Anthony Gordon menuju Barcelona, sedangkan Nick Woltemade meninggalkan klub pada deadline day untuk bergabung dengan Juventus.
Pergantian pelatih juga menambah ketidakpastian. Eddie Howe pergi pada periode pramusim dan Newcastle menunjuk Matthias Jaissle. Kondisi tersebut berpotensi membuat proyek klub kehilangan arah.
Newcastle justru merespons dengan mengganti hampir setiap pemain penting yang pergi. Di lini depan, Matias Fernandez-Pardo datang dari Lille dan langsung menjadi salah satu pembelian utama. Penyerang Belgia berusia 21 tahun tersebut mencatat 13 kontribusi gol pada musim sebelumnya bersama Lille.
| Pemain Keluar | Pengganti/Transfer Masuk | Area |
|---|---|---|
| Bruno Guimaraes | Nico Gonzalez / Sean Steur | Lini tengah |
| Sandro Tonali | Aladji Bamba | Gelandang bertahan |
| Anthony Gordon | Bazoumana Toure | Sayap kiri |
| Nick Woltemade | Matias Fernandez-Pardo | Serangan |
| Perubahan pertahanan | Amar Dedic | Bek kanan |
| Kebutuhan penjaga gawang | Lukas Hornicek / Ewen Jaouen | Kiper |
Bazoumana Toure datang setelah menghasilkan total 14 gol dan assist dalam 30 pertandingan Bundesliga bersama Hoffenheim musim sebelumnya. Newcastle berharap kecepatan dan agresivitasnya dapat menggantikan ancaman Anthony Gordon dari sisi kiri.
Nico Gonzalez membawa pengalaman bermain bersama klub besar, sedangkan Sean Steur menawarkan potensi jangka panjang. Amar Dedic langsung mendapat kepercayaan di lini belakang, sementara Lukas Hornicek menjadi bagian dari pembaruan sektor penjaga gawang.
Newcastle tetap menghadapi risiko. Mengganti pemain seperti Guimaraes dan Tonali bukan pekerjaan sederhana. Namun, klub setidaknya tidak membiarkan lubang tersebut tanpa solusi. Mereka memanfaatkan pemasukan dari penjualan untuk membangun komposisi baru dengan usia yang relatif muda.
Pecundang: Crystal Palace Kehilangan Fondasi Kesuksesan
Crystal Palace memasuki musim panas dalam posisi yang sebenarnya cukup kuat. Klub sebelumnya menikmati periode sukses bersama Oliver Glasner dan merasakan pencapaian penting melalui Piala FA, Community Shield, serta Conference League.
Masalah muncul ketika fondasi proyek tersebut mulai terurai. Glasner pindah ke Nottingham Forest. Daniel Munoz mengikuti mantan pelatihnya ke klub tersebut. Maxence Lacroix kemudian bergabung dengan Chelsea.
Kehilangan Lacroix sangat terasa karena ia menjadi pemain penting dalam sistem tiga bek. Palace menggantikannya dengan Oscar Mingueza yang datang gratis dari Celta Vigo. Pierre Sage juga mendapatkan sejumlah tambahan lain, termasuk Ben Chilwell, Dario Osorio, Quinten Timber, Anan Khalaili, dan Dwight McNeil.
| Perubahan Crystal Palace | Keterangan |
|---|---|
| Oliver Glasner keluar | Palace kehilangan pelatih yang membangun periode sukses klub. |
| Daniel Munoz keluar | Mengurangi ancaman dan pengalaman di sisi kanan. |
| Maxence Lacroix ke Chelsea | Kehilangan figur utama dalam sistem tiga bek. |
| Oscar Mingueza masuk | Datang gratis untuk membantu mengisi pertahanan. |
| Dwight McNeil masuk | Memberi kreativitas dan pengalaman Premier League. |
| Dario Osorio masuk | Menambah opsi sayap setelah produktif bersama Midtjylland. |
| Ben Chilwell masuk | Menambah pengalaman pada sisi kiri. |
Palace sebenarnya melakukan aktivitas cukup banyak menjelang deadline. Dario Osorio datang setelah mencatat 25 gol dan 18 assist dalam 121 pertandingan untuk Midtjylland. Quinten Timber dipermanenkan, sementara Ben Chilwell menambah pengalaman.
Masalahnya bukan sekadar kualitas pemain baru. Palace menghadapi perubahan pelatih, struktur pertahanan, serta sejumlah pemain utama dalam periode yang berdekatan. Setelah Eberechi Eze dan Marc Guehi juga pergi pada periode sebelumnya, kontinuitas yang dulu menjadi kekuatan Palace perlahan menghilang.
Pecundang: Aston Villa Kehilangan Terlalu Banyak Pemain Inti
Aston Villa mungkin menjalani perombakan paling ekstrem. Ironisnya, perubahan besar datang setelah musim yang sangat sukses. Villa menjuarai kompetisi Eropa dan mengakhiri Premier League di empat besar, tetapi keberhasilan tersebut justru membuat banyak pemain mereka menarik perhatian klub lain.
Morgan Rogers menjadi penjualan terbesar. Chelsea membayar sekitar £117 juta untuk pemain Inggris tersebut. Youri Tielemans pindah ke Manchester United. Emiliano Martinez mengikuti Rogers menuju Chelsea, Ezri Konsa bergabung dengan Arsenal, Lucas Digne pindah ke Paris Saint-Germain, sedangkan Ollie Watkins melanjutkan karier ke Al-Hilal.
| Pilar Aston Villa yang Keluar | Klub Tujuan | Dampak |
|---|---|---|
| Morgan Rogers | Chelsea | Kehilangan kreativitas, progresi bola, dan ancaman dari lini kedua. |
| Youri Tielemans | Manchester United | Kehilangan pengatur tempo dan pengalaman di lini tengah. |
| Emiliano Martinez | Chelsea | Kehilangan penjaga gawang utama dan figur berpengalaman. |
| Ezri Konsa | Arsenal | Mengurangi stabilitas lini belakang. |
| Lucas Digne | Paris Saint-Germain | Membuka kebutuhan baru pada posisi bek kiri. |
| Ollie Watkins | Al-Hilal | Kehilangan sumber gol utama di lini depan. |
Villa tidak tinggal diam. Unai Emery mendapatkan Alejandro Garnacho dengan status pinjaman dari Chelsea. Klub juga merekrut Johan Manzambi dari Freiburg, Joao Gomes, Zion Suzuki, Ibrahim Mbaye, Matteo Ruggeri, Leon Goretzka, Nicolas Jackson, serta Taylor Harwood-Bellis.
Zion Suzuki datang untuk menggantikan Martinez. Nicolas Jackson mengisi ruang yang ditinggalkan Watkins. Joao Gomes membantu membangun kembali lini tengah setelah Tielemans pergi. Matteo Ruggeri menggantikan Digne, sedangkan Harwood-Bellis menjadi salah satu solusi setelah kehilangan Konsa.
Mengapa Villa Tetap Masuk Kelompok Pecundang?
Masalah Villa terletak pada skala perubahan. Mendapatkan pengganti tidak otomatis menghilangkan risiko. Emery harus memasukkan penjaga gawang baru, bek baru, gelandang baru, winger baru, dan penyerang baru ke dalam struktur permainan pada waktu yang hampir bersamaan.
Pemain yang pergi juga bukan sekadar anggota rotasi. Rogers, Tielemans, Martinez, Konsa, dan Watkins memegang peran penting. Mengganti hubungan antarpemain yang telah terbentuk selama beberapa musim membutuhkan waktu.
Villa memang memiliki alasan ekonomi dan olahraga. Beberapa pemain memiliki klausul tertentu, usia skuad perlu diturunkan, dan penjualan dengan nilai besar memberi ruang finansial. Namun, dari perspektif kesiapan jangka pendek, perombakan dalam skala tersebut membuat Villa menghadapi.
Pecundang: Everton Gagal Menyelesaikan Masalah Terpenting
Everton sebenarnya melakukan beberapa transaksi yang menarik. Hayden Hackney datang setelah tampil menonjol bersama Middlesbrough. Christian Norgaard menambah pengalaman di lini tengah. Tyrique George dan Merlin Rohl yang sebelumnya menjalani masa peminjaman kemudian menjadi pemain permanen.
Jack Grealish kembali dengan status pinjaman dari Manchester City. Everton juga mendatangkan Ainsley Maitland-Niles serta melakukan pertukaran yang membawa Brennan Johnson dari Crystal Palace.
Namun, semua transfer tersebut tertutup oleh persoalan di posisi nomor sembilan.
Everton menjual Beto ke Fiorentina. Iliman Ndiaye juga pindah ke Manchester City dengan nilai besar. Klub kemudian menjadikan Folarin Balogun sebagai target untuk mengisi kebutuhan penyerang.
Kekacauan Everton pada Deadline Day
Everton sempat mencapai kesepakatan sekitar £40 juta dengan AS Monaco untuk Balogun. Sang pemain bahkan sudah tiba di Merseyside untuk menyelesaikan transfer. Namun, persoalan muncul dalam rangkaian pemeriksaan dan negosiasi akhir.
Everton sempat mencoba menyusun ulang kesepakatan dan mengajukan deal sheet agar mendapatkan tambahan waktu setelah batas transfer. Ketika transfer terlihat masih dapat diselesaikan, Balogun kemudian memutuskan tidak meneruskan kepindahan.
Everton juga mencoba mendatangkan Joshua Zirkzee dari Manchester United. Upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Mereka mengeksplorasi pilihan lain, tetapi jendela transfer lebih dulu ditutup.
| Situasi Lini Depan Everton | Hasil |
|---|---|
| Iliman Ndiaye | Dijual ke Manchester City. |
| Beto | Dijual ke Fiorentina. |
| Folarin Balogun | Transfer sekitar £40 juta gagal pada deadline day. |
| Joshua Zirkzee | Upaya perekrutan gagal. |
| Jack Grealish | Datang sebagai pinjaman dan menambah kreativitas, tetapi bukan penyerang nomor sembilan murni. |
| Thierno Barry | Menjadi salah satu sedikit pilihan penyerang tengah senior setelah bursa ditutup. |
Inilah alasan Everton masuk kategori pecundang meskipun beberapa transfer lain terlihat bagus. Klub melepas penyerang sebelum memastikan penggantinya tersedia. Ketika transaksi Balogun gagal, Everton tidak memiliki cukup waktu untuk memperbaiki situasi.
Belanja Banyak Tidak Selalu Berarti Menang
Bursa transfer Premier League musim panas 2026 menunjukkan bahwa nominal pengeluaran tidak selalu menjadi ukuran terbaik. Manchester City memang menggelontorkan dana sangat besar, tetapi mereka mendapatkan nilai positif karena memiliki rencana jelas untuk membangun ulang lini tengah.
Arsenal justru mengambil pendekatan lebih tenang. Mereka memilih pemain yang sudah terbukti di Premier League dan menargetkan area tertentu. Newcastle berada di antara keduanya: menjual banyak pemain utama tetapi menggunakan bursa untuk menemukan pengganti secara sistematis.
Crystal Palace dan Aston Villa mengalami persoalan berbeda. Palace kehilangan bagian dari fondasi proyek suksesnya, sedangkan Villa harus mengganti terlalu banyak pemain inti sekaligus. Everton menghadapi masalah yang lebih spesifik tetapi sangat krusial: mereka menutup jendela transfer tanpa menyelesaikan kebutuhan utama di posisi penyerang.
Perbandingan Akhir Bursa Transfer
| Klub | Kualitas Pemain Masuk | Dampak Pemain Keluar | Keseimbangan Skuad | Penilaian |
|---|---|---|---|---|
| Arsenal | Sangat kuat | Sedang | Relatif stabil | Pemenang |
| Manchester City | Sangat kuat | Sangat besar | Dibangun ulang dengan agresif | Pemenang |
| Newcastle United | Menjanjikan | Sangat besar | Mayoritas posisi mendapat pengganti | Pemenang |
| Crystal Palace | Cukup | Besar | Butuh adaptasi dengan pelatih baru | Pecundang |
| Aston Villa | Kuat | Sangat besar | Perombakan hampir seluruh kerangka utama | Pecundang |
| Everton | Cukup baik di beberapa sektor | Besar di lini depan | Kekurangan penyerang tengah | Pecundang |
Siapa Pemenang Terbesar Bursa Transfer Premier League?
Jika hanya melihat keseimbangan antara kebutuhan dan kualitas pemain yang datang, Arsenal mempunyai argumen kuat sebagai salah satu pemenang terbesar. Mereka tidak perlu memulai proyek baru dari nol dan hanya menambah pemain yang mampu langsung memperkuat tim utama.
Manchester City menghasilkan bursa yang lebih spektakuler. Namun, besarnya pergantian personel membuat hasil akhir tetap bergantung pada kemampuan Enzo Maresca menyatukan banyak pemain baru. City memiliki kualitas luar biasa, tetapi mereka juga menghadapi masa transisi terbesar sejak Guardiola tiba satu dekade sebelumnya.
Newcastle layak mendapatkan penghargaan karena tidak panik ketika banyak bintang pergi. Mereka menjual pemain dengan nilai tinggi, lalu mengisi hampir setiap lubang menggunakan profil yang sesuai dengan proyek baru.
Siapa yang Menghadapi Risiko Terbesar?
Aston Villa menghadapi pekerjaan paling kompleks. Unai Emery bukan hanya perlu meningkatkan performa satu atau dua pemain baru. Ia harus membangun kembali hubungan di hampir seluruh tulang punggung tim, mulai dari penjaga gawang sampai penyerang.
Crystal Palace menghadapi risiko kehilangan momentum setelah beberapa musim perkembangan yang kuat. Pierre Sage perlu membuktikan bahwa pemain baru dapat mempertahankan standar yang sebelumnya dibangun Glasner.
Everton memiliki masalah berbeda. Struktur lini tengah dan sisi sayap mungkin terlihat lebih menarik, tetapi minimnya pilihan nomor sembilan dapat menjadi persoalan apabila tim kesulitan mencetak gol. Kegagalan mendapatkan Balogun pada jam-jam terakhir bursa membuat kesalahan perencanaan tersebut semakin jelas.
Penilaian Bursa Baru Akan Terbukti di Lapangan
Label pemenang dan pecundang pada awal September tentu belum menjadi keputusan akhir. Pemain mahal bisa gagal beradaptasi, sementara transfer yang awalnya tidak mendapat banyak perhatian dapat berkembang menjadi salah satu pembelian terbaik musim ini.
Arsenal harus membuktikan bahwa kedalaman serang mereka cukup untuk mempertahankan gelar. Manchester City perlu menunjukkan bahwa generasi baru mampu menggantikan pemain-pemain yang mendominasi sepak bola Inggris pada era Guardiola. Newcastle harus menyatukan sederet pemain muda dengan cepat.
Di sisi lain, Aston Villa harus membuktikan bahwa revolusi besar tidak menghilangkan daya saing mereka. Crystal Palace perlu menciptakan kembali stabilitas bersama pelatih baru, sementara Everton harus menemukan solusi gol dari pemain yang tersedia sampai jendela transfer berikutnya terbuka.
Bursa transfer musim panas 2026/2027 akhirnya memberikan satu pelajaran sederhana: klub tidak otomatis memenangkan pasar hanya karena menghabiskan uang paling banyak. Perencanaan, timing, profil pemain, kemampuan mengganti pemain yang pergi, serta keseimbangan skuad jauh lebih menentukan. Arsenal, Manchester City, dan Newcastle menutup bursa dengan alasan untuk optimistis, sedangkan Aston Villa, Crystal Palace, dan Everton memasuki musim dengan pertanyaan yang jauh lebih berat.
